Sekarang istrinya itu terlihat ketakutan. Bokep cina Mercy itu tidak berhenti di rumahnya, karena memang itu mobil orang lain; mobil mewah itu berhenti di depan salon Citra. Citra tersenyum puas mendengar suara berisik di rumah adik dan adik iparnya. Merah, mengilap, menantang. Sementara tangan kanannya siap membuat Bram susah bernafas, tangan kiri Tia mencari-cari bagian tubuh Bram yang paling jujur.Tuh, kan… pikir Tia. Baguslah, pikirnya. Sebenarnya Bram tidak bisa dibilang rugi dijodohkan dengan Tia, yang berwajah lumayan menarik. Memang. Aku pengen lihat lonteku ngobok mekinya sendiri. Seperti itulah saran Citra untuk Tia.“If you can’t beat ‘em, join ‘em.” Citra kenal benar dengan Bram. Tia kelabakan sendiri, dan cuma bisa mengeluarkan bunyi-bunyi tak jelas selagi mulutnya berubah jadi alat masturbasi Bram. Kamu kan istrinya.”Tia malu sendiri.










