Ketika aku melihat Jenny, ternyata ia juga sedang menahan senyum.Akhirnya bel istirahat kedua berbunyi. “Ya sudah, sana duduk”, kata pak Gatot.Kami segera duduk, dan diam diam aku tersenyum geli. Bokep crot Lalu kuangkat rok seragam sekolahku, dan kupasang ikat pinggangku.“Jen.. Maka aku terpaksa membuka mulutku, menerima penis pak Edy yang mini ini, yang memang masih belepotan sperma.Aku melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan pada penis Pandu tadi, dan pak Edy juga melolong keenakan sampai akhirnya ketika aku melepaskan kulumanku, pak Edy juga roboh tak berdaya di sebelah Pandu. Pantas saja tadi aku sampai tak kuasa menahan nikmat yang melanda selangkanganku.Kini penis itu sudah ada di depan mulutku. Tapi aku sudah harus mendesah hebat, karena celana dalamku sudah dilorotkan oleh Jenny, dan tanpa berkata apa apa Jenny langsung melumat bibir vaginaku.“Ohh… Jeeeen… ssshhh…”, aku merintih dan mendesah, tanganku sampai harus kutekankan pada dinding karena aku melemas tanpa




















