“Aaahhh… Pelan, Yan. Sementara mulutnya kini sudah kembali memainkan toketku.“Aaaahh… Yaan… Kontolmu… Ahhh…” aku merasakan jika kontol Elyan memenuhi tiap inchi dari memekku.“Aaaahh aaaaahhh aaahhh… Aku mauu… Aahhh…” lagi-lagi saat aku hendak mencapai orgasmeku, Elyan menghentikan genjotannya.“Ah, Yan. Bokep tobrut See you, lonteku.” Elyan kemudian menutup teleponnya, sementara tanpa ku sadari, aku tertidur didalam mobil.Aku sedang mematut diri di depan cermin. “Eehmmm…”“Enak, Lonte?”“Eehhmm… Yaah… Aaahh…” Aku kembali mendesah ketika ku rasakan salah satu putingku basah dijilati oleh sebuah lidah.“Haha. Ahhh… Makasih… Phaak..” bukannya menjawab, bapak Ojol tersebut malah menggigit dan mempermainkan puting susuku. Sekarang kamu masukin dildo itu ke dalam memekmu.”“Ooohh… Aaahhhhhhh….” dildo itu berhasil masuk dalam memek sempitku.“Setel vibrator di toketmu dengan getaran tertinggi, Nad.” Lagi-lagi aku menuruti suara Elyan di seberang sana.“Aaaaahhh… aaahhh… Yaaan… Kontolmu… Aahhh….




















