“Daripada nggak ada yg kupikir”, jawabku. Bokep colmek “Ya ampun Zainal, kamu baru bangun!”, teriak Indah. Kubaca lagi rencana kerja yg telah selesai kucatat, lalu kurangkai hubungan setiap langkah rencana kerja dan kubuat skemanya. Kemudian aku mengambil semua berkas dan catatan tentang pekerjaanku dari dalam tas dan meletakkannya diatas meja. Beberapa saat kemudian tubuh Indah bergetar seiring dengan klimkaksnya. Kubaringkan badanku disebelah kirinya dan kuhadapkan tubuhku kearahnya. Beberapa data yg masih kurang demi kelengkapan data kucatat dalam jurnal kerjaku. Setelah agak nyaman, kuberi pinggulku dorongan maju-mundur yg semakin cepat. “Itu karena pikiranmu belum dewasa. Kukenakan jaketku dan keluar dari kamar mencari hawa segar. Meski masih ragu tapi pegangan tanganku sudah mengendor dan tangan Indah telah mencapai bagian depan celanaku, usapan-usapannya yg halus diatas permukaan celana terasa sampai permukaan kulit kemaluanku.




















