Aku bangkit perlahan dan ikut bergabung dengan Kiki menikmati penis Pak Imam. Bokepindo Tak lama kemudian Kiki memasuki kamarku sambil mengelap rambutnya yang masih basah. Tiba-tiba suara desahan Kiki terdengar lagi menjari sahut menyahut dengan desahanku. Waktu aku menghampiri mereka Pak Imam sedang menjilati paha mulus Kiki sambil kedua tangannya masing-masing bergerilya pada payudara dan kemaluan Kiki. Aku mendesah sambil meremas-remas sprei menghayati proses pencoblosan itu.Permainan Pak Imam sungguh membuatku terhanyut, dia memulainya dengan genjotan-genjotan pelan, tapi lama-kelamaan sodokannya terasa makin keras dan kasar sampai tubuhku berguncang dengan hebatnya. Sebelum Kiki sempat membalikkan badan, sepasang lengan hitam sudah memeluknya dari belakang dan tangan yang satunya dengan sigap membekap mulutnya agar tidak berteriak. Aku tadinya menolak karena tak ingin make upku luntur, tapi karena didesak terus akhirnya aku berjongkok di sebelah Indah. Tubuhku yang dalam posisi tengkurap diangkatnya pada bagian pinggul sehingga menungging.











