Aku butuh penjelasan.”
“Sayang, emosimu membuyarkan penjelasanku waktu itu.”
“Maaf,” desahku, bahkan kini aku pun tak mampu memandangnya. Bokep indo terbaru Dan hanya satu gadis untukmu. Aku tahu itu, aku bukan seorang bodoh. Erangan dan desahan nafas kami terdengar memenuhi ruangan. Wajahnya melukiskan kebahagiaan dan ketenangan. Aku, aku? Jay menatap kerlipan lampu kota di bawah kaki kami. Mengembangkan otakku untuk memperawani mereka. Meninggalkan…
“Ray,” Jay berseru di belakangku, “Ingat, sobat. Demi Tuhan. Terkadang aku menyesal menyerahkan Chie kepadanya. Aku bukanlah seorang bodoh yang tak bisa membedakan perawan dengan tante-tante. “Aku… aku kangen Papa,” suara gadis itu terdengar gemetar. terima kasih,” suaranya terdengar sendu, “Kamu?”
“Aku sudah menimbang-nimbang,” jawabku. Di saat aku pun berjuang melawan desisan hawa nafsu yang bergejolak dalam diriku.“Ray…”
“Ada, pasti ada suatu saat nanti,” desahku. “Seorang cowok keren dengan pikiran terbuka?”
“Minimal bule, deh.”
Kurasakan Chie meremas lenganku, memberikan respon atas guyonanku yang nyaris tidak pada tempatnya.




















