“Amboi pikirku sudah punya anak satu tetapi masih ok punya, mungkin karena dia selalu minum jamu setiap pagi di dapur kantorku”. Indo bokep Susan duduk di sampingku, mulai ngobrol-ngobrol sekitar kurang lebih 10 menit langsung kupegang tangannya, ternyata dia diam saja. Rupanya dia sudah mencapai klimaks. “Terserah aja”, katanya.Kucabut penisku, Susan heran, “kok dicabut”, katanya.“Putar badanmu Sus”, pintaku.Tanpa menolak dia membalikkan badannya. Sampai akhirnya dia menjambak rambutku dan berteriak, “Ooohh”, panjang sekali. Dan tanpa disengaja atau tidak dia berikan pahanya untuk dilihat olehku.Kubilang, “Sus, nanti aku pegang lho”, sambil bercanda.Eh dia malah nantangin, “coba kalau berani”.Perlahan kuelus mulai dari dengkul ke atas lalu kembali lagi ke dengkul. Office girl kusuruh pulang, office boy kusuruh makan sampai aku memberinya kabar melalui pager.“Ok, Boss”, kata office boy. Matannya merem melek,kuangkat lagi kutekan lagi, kuangkat lagi sampai akhirnya aku bilang, “Sus…, ak.., ak ssshh…, shh”, sambil menekan penisku ke dalam lubang




















