“Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Bokep rusia “Erriik..!! Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Ayo, aku temani kamu sampai kamu tertidur. Aku akan melakukan apa saja yang kau perintahkan, asal kau tidak membenciku.” Aku masih terisak. Erik bergeser ke sampingku. “Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus Maria. Celana dalamku juga akan dilepasnya. Kenapa katamu?! pilihanku memang selalu tepat”, gumamnya. Kalau kamu capek, besok bolos saja.”
Erik pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Berada di tengah-tengah mereka saja sudah sangat membuatku special. Aku nggak marah kok. “Erriik!! Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. Dan setiba di kamar, aku memeluk Erik sambil mengucapkan terima kasih.




















