Kami berpandangan. Bokep indo terbaru Suasana begitu hening dan romantis, kami berpelukan lagi, berciuman lagi, makin menggelora. Aku jadi nafsu banget. Kami tumpahkan kerinduan kami. Dalam perjalan pulang itu, aku memberanikan diri bertanya, “Bu, ngapain sih dulu ibu kok cium Tomy?”. Aku pengin diteteki sampai pagi”, kataku. Buu, maafin Tomy deeh. Napas kami terhenti. Aku berbaring miring di samping ibu mertuaku. “Buu Tomy mau keluaar buu…, Aduuh buu.., enaak bangeet”. “Sudaah, sudaah, jangan nekad saja. “Ssh…, hiiya Toom, keluariin Toom, keluarin”. Kami duduk di sofa dan berpandangan dengan penuh kerinduan. Maklum baru 1 tahun berjalan. “iich anak nakal”, Pahaku dicubitnya. Ibu jadi susah nih. Aku tidak tahan lagi memandang keindahan ibu mertuaku telentang di depanku. “Eehhmm.., Tom, ibu belum pernah ciuman seperti ini…, Lagi Tom masukkan
lidahmu ke mulut ibu”.




















