“Kalau begitu biar saya bantu bawa belanjaannya”, aku mengambil keranjang belanja Vera. Berkali-kali wanita itu nyaris menggigit bibirku, lidahnya yang basah meliuk-liuk dalam rongga mulutku.Aku semakin bernafsu, tanganku menjalar di sekujur tubuhnya, berhenti di kemontokan pantatnya dan kemudian meremas-remas penuh birahi.“Ohh.. Bokep crot Vera menungging di atas sofa.“Sekarang doggy-style ya Mas..”Aku sih iya saja, maklum.. Bayangkan saya cuma ketemu suami dua minggu dalam waktu tiga bulan”.Aku merasa gembira dengan topik pembicaraan ini, namun sayang pembicaraan terhenti karena bayi Vera menangis. Besar juga ya..” jeritnya.Ia benar-benar bertingkah bagaikan perek murahan, namun justru itu yang kusuka. Mau.. Say sudah siap babak kedua Mas”, seru Vera.Aku sendiri sudah terangsang sejak melihat keindahan selangkangan Vera, jadi penisku sudah siap menunaikan tugas keduanya. Kebesaran pantat itu tak mampu dibendung oleh celana dalam orange itu, sehingga memperlihatkan belahannya yang merangsang.Seperti tak sadar aku menghampiri Vera, lalu dengan nakal kedua tanganku mencengkeram pantatnya, dan meremasnya.“Uhh..”,




















