“Untukmu?” senyumku sambil menatapnya. Bokep hd Baru kali ini aku menyemburkan spermaku di dalam liang kemaluan seorang gadis. Aku mulai berkeliling kota mengumpulkan foto copy makalah dan paper yang dibutuhkan. “Ray, kapan aku bisa mengalahkanmu?” Jay tersenyum pahit. Aku yang pantang bercinta dengan perek dan pelacur. “Hadiah ulang tahun yang indah…” tawaku. Masih banyak gadis untukku. Sepi kok!” Jay tertawa kecil. Akhirnya Chie berhasil mendapatkanku. “Ray tahu.”
Chie menangis dalam pelukanku, membuatku sejenak mengingat ayahku sendiri yang selalu berkutat dalam pertempurannya dengan idealisme yang kumiliki. Aku bukanlah seorang bodoh yang tak bisa membedakan perawan dengan tante-tante. “Kenapa tidak terus, Ray?”
“Aku… aku akan membiarkanmu dalam dosa-dosamu.”Kulangkahkan kakiku meninggalkannya. Aku butuh penjelasan.”
“Sayang, emosimu membuyarkan penjelasanku waktu itu.”
“Maaf,” desahku, bahkan kini aku pun tak mampu memandangnya. Dari sudut mataku, kulihat gadis itu meringkuk di jok belakang.





















