Entah rejeki atau kesialan bagiku tentang kemunculannya. Bokep hijab Tina lalu kembali ke dapur, aku lalu meminum es tehnya, “Hah..segernya“, cuaca sedikit panas walau agak mendung.Tina kembali memasuki ruang keluarga, merapikan mainan-mainan anak adikku. Aku menyentil-nyentil, kuputar-putar seperti mencari gelombang radio. Jari tengah kanan kumasukkan sedikit dan kusentuhkan pada dinding atas vaginanya, sedang jempol kananku kutekan-tekankan di lubang kencingnya. Bagaimana tidak, jarak kami hanya 2-3 langkah, tidak ada orang lain lagi di rumah.”Plak..plak”, kecoak pun mati dengan sukses. ”Bbuurrruunnggg Bbbaapppakk jjjuugggaaa”. Dibasahinya sabun dengan diguyur air lalu digosokkan ke tangan kiri, perut, penis, bola-bolaku. Semua hal itu dari ekor mataku, karena fokusku pada sang kecoak. Saling meremas susu, pantat dan kelamin masing-masing. Hitung-hitung Bapak sudah nolongin saya”. ”ternyata dia takut kecoak toh”, aku tersenyum sambil pegang gelas saat melewati kamar mandi.”Pak..Pak”, Tina memanggilku.




















