Tak lupa jari tengahku memainkan dan menggosok clitorisnya yg ternyata benar-benar sekeras dan sebesar kacang. ayo sayg… keluarkan semua… habiskan semua… nikmati, sayg… ayo… oohh… hangat… hangat sekali spermamu di rahimku.. XNXX Rupanya Mbak Aufa sampai terkencing-kencing menahan nikmat.Akibat pemandangan itu aku merasa ada yg mendesak ingin keluar dari penisku, dan segera saja kugocek Mbak Aufa sekuat tenaga dan secepat aku mampu, sampai akhirnya..“NDREEWW… AKU KELUAARR… OOHH… SAYG… MMHH… AAGGHH… UUFF…”, Mbak Aufa menjerit dan mengerang tidak karuan sambil mengejang-ngejang.Bola matanya tampak memutih, dan aku merasa jepitan di penisku begitu kuat. Aku sendiri 30 tahun. Kamipun tetap mengobrol dan bercerita untuk membunuh waktu. Tau kamu?!”
“MMm.. Aku sempat mencuri pandang ke seluruh tubuhnya.Kuakui, walapun punya anak dua, tubuh Mbak Aufa betul-betul terpelihara.




















