Aku merasa betah tinggal di rumah mereka, karena telah di anggap sebagai keluarga sendiri.Om Benny mempunyai sebuah rumah mungil dengan tiga buah kamar, Aku menempati kamar paling depan dan menghadap ke jalan, suasananya nikmat. Bokep hd Om Benny makin berani menyusupkan tangannya ke pantatku yang tidak terlidung itu, “aahh!”, aku kaget sejenak dan berusaha menghalangi tangannya, tapi aku ternyata hanya sanggup memegangnya saja, ada perasaan tidak rela untuk mengakhiri perasaan nikmat ini.Makin lama elusan-elusan lembut dipantatku itu menimbulkan perasaan nikmat yang lain.Akhirnya aku memberanikan diri untuk membalas lumatan-lumatannya, detak jantungku semakin bertalu-talu dan badanku semakin bergetar, rasa maluku memudar, sambil merintih rintih, “Ooom.., ahh.., ahh.., Uhh”, vaginaku mulai terasa basah dan terasa geli tapi nikmat, “Ohh..”Tangan Om Benny yang satu lagi mulai menyusup di antara ketiakku, mau tak mau kedua tanganku menjadi terangkat, “Ahh.., Omm.., ahh.., uuhh”, akal sehatku entah melayang ke mana, kini tangan Om Benny lebih




















