Entah kenapa dia begitu terbuka padaku.Selesai makan, aku sengaja membuatnya surprise dengan memberinya hadiah menginap di hotel tersebut. “Tunjukkan terima kasihmu dengan cium ini sepatu!” Belum lagi aku sempat teratur bernafas, lubang sepatunya sudah menutupi hidung dan mulutku sehingga aku menghirup langsung aroma khas di dalamnya yang makin membangkitkan nafsuku. Bokep tobrut Dinaikkannya sedikit kakinya agar aku bisa menciumi telapak kakinya yang berlekuk indah itu. dan membuat liukan-liukan Sylvi menjadi makin tak karuan menahan nikmat yang tiada tara. please,” pintaku menyambung. Sementara itu, aku makin bisa menikmati permainan yang penuh sensasi ini, bahkan makin penasaran menunggu perintah selanjutnya.Kegiatan tadi cukup membuatnya berkeringat, walaupun AC di kamar cukup dingin. “Mulai nakal ya kamu,” desah Sylvi sambil menahan geli. Kedua pahanya menghimpit keras kepalaku beberapa saat lamanya. “Buka semuanya Syl?” kataku lagi tak percaya.




















