Dewi membalas tak kalah hebatnya. Dengan postur tubuh setinggi itu ia lebih layak menjadi peragawati. Bokep crot Ia memelukku erat-erat menggapai kekuatan menahan deraan kenikmatan yang menerpa tubuhnya. Aku merebahkan tubuhku di atas ranjang. Tubuh montok Dewi bergetar-getar seirama dengan genjotan kemaluanku. Kedua wanita montok ini telah puluhan kali merasakan kejantananku. Telapak tanganku terasa empuk menelusuri halus kulit dan montoknya bongkah-bongkah itu. Rambut kemaluan yang hitam legam itu memberi pemandangan yang sangat indah dan kontras di atas kulit yang putih dan mulus itu.“Udah puas lihatnya?” tanya Dewi. Nikmatnya!” kata Fenny. Kemaluannya merekah merah dan basah oleh cairan vaginanya, dihiasi oleh bulu-bulu hitam lebat di seputarnya. Ketika ia tengah mengerang-erang dan menggelinjang-gelinjang, mendadak aku menyodokkan kemaluanku ke depan dengan cepat dan keras. Jelas, kalian berdua masuk dalam kriteriaku. Tidak lama berselang, terdengar derum mobil Mei meninggalkan halaman rumah.





















