Jeanne memandangku dengan pandangan mata yang membuatku gemas. Bokep Jeanne menjilati paha kaki kananku bagian dalam, naik hingga ke lipat paha. Lidahku berhenti di antara gerbang kewanitaan Jeanne dan lubang pembuangannya. Lebih tepatnya, mengulum bibirku. Kupagut kecil dagu Jeanne saat dia mencium keningku. Kuputar gelombang besar itu di sana. Nikmat… Cahaya terang yang “tampak” di mataku digantikan oleh kegelapan yang pekat. “Ooooh Frank… You make me crazy!” kata Jeanne di antara erangannya. Setiap ayunan langkahku berarti setiap tusukan batang kemaluanku hingga menyentuh cervix Jeanne. Aku berjalan ke arah pintu kamar mandi sambil memondong Jeanne tanpa melepaskan batang kemaluanku dari liang kemaluannya. Kuremas-remas lembut kedua payudaranya yang terasa keras tapi kenyal.




















