Seperti apa yang kau mau.”
“Hmm. Bokep mom Ia tersenyum menatapku, lalu jemarinya bergerak menuju kancing-kancing bajunya. Air dingin membuatku terasa lebih segar. Kutekan lagi pinggulku lebih kuat. Berantakan. “aku ingin mengecupmu.”
Kutatap ia dengan alis berkerut. Sampai akhirnya aku merusak suasana dengan pertanyaanku.“Stop!” serunya, membuyarkan lamunanku. Nafsuku membuatku memalingkan wajah dan menciumi kulit perutnya, sementara sebelah lenganku merangkul pinggangnya. Ia tersenyum menatapku, lalu jemarinya bergerak menuju kancing-kancing bajunya. Aku tak tahan lagi. Saat itu ia tampak sangat cantik, sebegitu cantiknya hingga jantungku berdegup kencang setiap kali bertatapan dengan matanya. Kutepis lengannya. Lembut. Lengannya terulur meraih pundakku. “Kamu akan menghilang besok pagi?” Kudengar ia tertawa lirih.




















