Suster itu tidak bergeming, tidak ada tanda-tanda penolakan walau wajahnya masih
terlihat marah.“Satu…” suster itu mulai menghitung namun orang itu malah makin kurang ajar, dan tangannya makin nakal
menggerayangi paha yang indah itu, “dua…!” suaranya makin serius.Entah mengapa suster itu tidak langsung beranjak pergi atau berteriak saja ketika dilecehkan seperti
itu. Maklumlah
mereka semua tahu kalau dokter Yoga sudah beristri dan punya dua anak.Mereka pun terlibat obrolan ringan, pria itu tidak lagi mempedulikan buku bacaannya dan mengalihkan
perhatiannya pada suster Farah yang ayu itu. Bokep cina Suster itu ternyata berjalan ke arahnya.“Permisi, Pak” sapanya pada Yoga dengan tersenyum manis.“Malam Sus, lagi ngapain nih malem-malem ke sini” balas Yoga.“Ohh…hehe…anu Pak abis jaga malam sih, tapi belum bisa tidur, makannya sekalian mau keliling-keliling
dulu”Dokter Yoga bingung sebab tidak tahu kalau suster itu juga jaga. Setelah pagi mereka pun pulang dan tertidur di tempat masing-masing
dengan perasaan puas.Setiap kali kalau ada jadwal piket bersama, mereka selalu ngentot.




















