“Paahh tekaannnn Paahh… Mamaahh… oogghh… nikmaattt sekalii.” Pinggul Ningsih dan badannya semakin bahenol dan seksi, perutnya yang sedikit membesar membuat nafsuku semakin menjadi-jadi. Ningsih juga kemudian terangsang kembali dan kami bersenggama lagi habis-habisan sampai jam empat pagi sampai seluruh badan terasa lemas dan lunglai. Indo bokep Kubalikkan badannya pelan-pelan karena Ningsih sedang berisi, dan segera saja kubuka pakaiannya. teruuss dooong, Mamaah nikmaa… ogghh… teruuusss… sodoook sayaang… ogghh… Paahh…. “Mah, kenapa sayang? Ningsih melenguh keasyikan sambil menggoyangkan pinggulnya ke atas ke bawah dan membenamkan vaginanya ke mukaku. Papah, dengar! Ningsih menggigit lidahku keras sekali sampai aku menjeNing kesakitan. “Papah, kok gitu sih? Ada perasaan berdosa menyelinap di hatiku. Apakah itu bukan egois namanya? Aku seperti di awang-awang, saling mencintai dan dicintai. “Ning, kok tumben nggak bersuara”, kataku memecah hening. Kami berpandangan setelah tak selembar benang pun menempel. “Papaahh… geliiii…” penisku menggesek pahanya yang mulus sehingga semakin tegang.




















