Sedetik kemudian mobil Andhika telah menghilang di tikungan Jalan Kinameng. Kopi pahit yaang ia beli di warung angkringan tidak mampu membuat matanya melek. Bokepindo Dia benar-benar Annisa sahabatku sewaktu duduk di Madrasah Aliyah dulu,” jawab Andhika.“Ini, tidak mungkin anak muda,” ujar seorang warga yaang mengaku masih kerabat dengan orangtua Annisa, “Mereka sudah dua tahun tidak tinggal di sini. Yaang ada sekarang adalah perempuanperempuan cantik yang tidak bisa lgi menghargai kesakralan cinta.Bahkan tidak sedikit di antara mereka yaang menjadikan cinta sebagai media mencari kepuasan diri & materi. Di depan sana Andhika melihat rumah Annisa diterangi beberapa lampu gantung yang usianya mungkin sudah sangat tua. Bahkan sekali-sekali Andhika masuk restoran yang diduga jadi tempat Annisa bekerja dengan berpurapura menanyakan menu apa saja yang disajikan oleh pemilik rumah makan.Namun upaya Andhika mencari kekasih hatinya itu hanya membuahkan kesia-siaan.




















