Kuremas dan pelintir putingnya.“Ah.. XNXX Nggak mandi dulu Mas..?”“Oh.., nggak Rin, makasih.”“Nggak pinjem BF lagi..?”“Ah.. Dan selama 30 detik lamanya dia menekan mulutnya tetap di penisku, dan meyakinkanku tidak keluar lagi. biar terlihat bebas..”“Buka aja..”Rina lalu mengangkat kedua tangannya memudahkanku melepas kaitan BH yang ada di belakang, susu Rina yang montok itu terpampang bebas di depan wajahku, dan aku langsung saja melahap habis susu Rina yang besar sekali. Sementara itu aku tidak menyia-nyiakan susu yang menggelantung bebas. lumayan sih.., Kalo nggak semingggu sekali baru kemari..”“Emmhmm.. ah.. lu.. k.. Aku mulai mengelus-elus permukaan pantat Rina.“Ah.. ya.., makannya aku pinjem BF ini, alat perangsang..”Setelah itu aku pulang dan menyalakan komputer dan nonton BF itu, tidak lupa aku telanjang dan menyiapkan handuk kecil untuk spermaku nanti muncrat dan body lotion sebagai pelicin.




















