Lidahku pun jadi semakin giat melumat habis
klitorisnya. film porno Evi pun mendesah dan makin cepat mengulum penisku sambil sesekali tangannya memainkan buah zakarku. Saat itu juga darahku terasa naik dan penisku mengeras. Pelan-pelan tanganku menarik handuknya turun sehingga terlihat payudaranya yang putih dan indah. Pelan-pelan tanganku menarik handuknya turun sehingga terlihat payudaranya yang putih dan indah. Aku tonton film itu dan tanpa sepengetahuanku ternyata Evi sudah selesai mandi dan telah berdiri di belakangku. Walaupun ngobrol, mataku sekali-kali melirik ke badannya dan mangagumi tubuhnya. Seiring dengan
desahan dan gerakan tubuhnya yang semakin cepat akupun merasa aku akan mencapai puncak kenikmatanku. “Aku juga puas dengan kamu Ren. “Bener nih”, tantangku. Rambut hitamnya yang lebat menutupi sebagian besar wajahnya.




















