Dia hanya tersenyum, lalu ku perhatikan wajah pria itu, ternyata dia adalah Dwi, pria yang kost di samping kamar Candra.“Dia sudah bangun Can”, kata pria itu kepada Candra sambil menonton Candra menyetubuhiku. Candra sudah mulai mengarahkan penisnya ke vaginaku, tentu saja aku ketakutan, aku mencoba melawan. Bokep jilbab Dengan langkah yang sedikit berat karena aku ketakutan, aku memaksakan diri mencari kamar nomer empat belas tersebut.‘Tok tok tok’, aku mengetuk pintu kamar kost nomor empat belas itu, lalu segera saja dibuka, dan tampak seorang pria berdiri di dalam mempersilahkanku masuk. Aku pun terpaksa membuka mulutku, dan membiarkan penis besar itu masuk ke dalam mulutku.“Ahhh….”, desah Chandra merasakan nikmat. ‘Saya di kamar nomor 14, cepetan’, cuma itu isi dari smsnya. Hatiku benar-benar hancur, kini ada seorang pria lagi yang sudah melihat tubuhku ini. “Gue pengen lu layani gue, atau gue sebarin video ini…”, ancam Chandra.Sial pikirku, apa yang harus aku





















