Entah sampai kapan semua ini akan berakhir. Bokep barat Sambil menunggu fanni, aku ngobrol dengan ella, aku sempat diperkenalkan oleh beberapa temannya yang bernama Susi, Icha dan Yana. Beberapa detik kemudian seorang wanita muda nan cantik menugur sambil memegang rambutku.“Mas, rambutnya mau dimodel apa?” katanya sambil melihatku lewat cermin dan tetap memegang rambutku yang sudah agak panjang.“Mmm.. Ini juga janjian sama temen, tapi mana ya kok belum datang?” jawabku sedikit berbohong.“Ooo..” jawabnya singkat dan berkesan cuek.“Hei..” terdengar suara temanku sambil menepuk pundak.“Eh.. Seperti halnya salon-salon biasa, suasana salon ini normal tidak ada yang luar biasa dari tata ruangnya serta kegiatannya. Sambil menunggu, aku mencoba untuk melihat-lihat sekitar siapa tahu ada temanku, tapi tidak terlihat ada temanku di antara semua orang tersebut. Aku tak mampu lagi melihat ke bawah. Rasanya Jakarta hanya milik kami berdua, tiap malam setelah mandi sepulang dari kerja atau setelah makan malam, kami melakukan hubungan




















