Mbak Juminten tersenyum tipis, aku penasaran apa yg ada dalam pikiranya. Dasar perempuan bego ujarku dalam hati. Bokep china “Tapi emangnya den Agus tadi mau ngomong apa,mungkin mbak dapat bantu?”Lanjutnya. “Cabut den..cabut…jangan didalem..”Serunya panik. Aku menahan tanganya,
“biar aja mbak..tanggung sebentar lagi..” Ujarku. Mbak Juminten makin menjadi tangisnya. Ada rasa amarah tanpa argumen bermain dipikiranku. Butuh berbagai menit menantikan, pintu kamarku yg terbukti tidak terkunci perlahan2 bergerak terbuka. “Iya sebentar naaaak..pipis aja di dapur..ada kamar mandi di situ..ibu lagi selesaiin kamar..sebentar lagi keluar..” Jawab mbak Juminten panik berusaha memungut pakaianya yg berserakan di kasur. Mungkin lebih dari 15 menit berjalan, mbak Juminten mulai kewalahan. Dasar perempuan bego ujarku dalam hati.




















