Disana Om Ridwan dengan setia menemani Cinta berjalan dari satu counter ke counter lainnya. Kembali ia mencoba untuk berpikiran positif dengan Om Ridwan, namun itu sepertinya sulit. Bokep STW Dimata Cinta, Om Ridwan adalah sosok simpatik dan kebapakan. Berjalan menuju ranjang, mematikan laptop dan beranjak ke kamar mandi. “Boleh Om minta cium?”. “Cinta?”, tanya seorang laki-laki yang berpenampilan necis di depan meja resepsionis. Rupanya malam itu suasana cukup ramai, tidak seperti hari-hari biasa. “Sebutin saja harganya…”.“Cinta gak mau nerima uang Om”. “Sama-sama”, Om Ridwan tersenyum. Dilain pihak Cinta nampak panik. Sambil melumat bibir lembut itu, tangan Rido bergerak masuk ke dalam kaos yang dipakai kekasihnya. “Sama-sama”, Om Ridwan tersenyum. “Hhmm.. Cinta tersenyum. Menatap tajam ke arah Cinta. Dengan wajah masih menunjukkan kekikukan, cemas dan khawatir ia menggandeng gadis muda disebelahnya masuk ke dalam lift.Cinta menghembuskan nafas lega. “Kalo gitu kasi cium dulu dong hehehe”. Paling tidak saat itu




















