“Sehari… okay, dua hari…” Dan di sisi lain ada Edwin yang menurutku kurang beruntung dalam percintaan. film porno Tentunya dada dan perutku ikut basah terkena peju Budi. Cukup sudah aku ditunggangi, pikirku, sekarang giliranku yang beraksi. Bukan, paman sama keponakan, pikirku sambil mengerutkan dahi, berpura- pura seakan pertanyaan Edwin ngga masuk akal.Anehnya mereka berdua, Timo dan Edwin, seakan tidak melihat aku tadi mengerutkan dahi, mengacuhkan ekspresiku begitu saja. “Thanks,” kata Timo pelan.Aku beranjak mengambil handuk. “Oh, kenapa ngga—” dan belum selesai aku berbicara, Edwin melanjutkan dengan, “Tapi ribet nanti kalo dia ngajak pacaran, duh duh”. Budi sebelumnya tidak pernah bergaul di dunia ini, tidak punya teman gay—atau kalaupun dia punya, selama ini dia sebagai pihak yang straight, dan mungkin tidak terbiasa dengan pembicaraan seperti ini. Ngga kaget kalau dia merasa jijik, pikirku. Keras. Bodinya ok banget lho,” cerita Edwin. Dan tentunya mereka tidak tahu Budi punya hubungan darah




















