Anak laki-laki itu juga ikutan merokok. Aku langsung ingin mengutuk diri. Bokep cina Mereka juga mengeluarkan sebatang rokok. Aku tidak tahu tapi aku teramat jengkel dengan diriku sendiri. “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Mereka kemudian pergi ke tempat yang dituju. Tidak cukup lama, orang-orang sudah berkerumun ke arah anak itu. Anak laki-laki itu mengangguk saja. Astaga. “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Ketika hujan datang, aku membasah. Ketika matahari bersinar, aku menggosong. “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. Tapi seperti yang aku katakan, aku tetap bertahan pada tempatku berdiri. Semoga berkah,” ucap anak laki-laki itu sambil menunduk-nundukkan badannya. Pernah suatu malam, aku melihat kejadian paling miris yang membuat aku sempat berdoa agar segera dicabut Tuhan. Jika hujan, tidak ada yang lebih indah selain melihat orang-orang berpayung, melompati genangan air hingga terciprat dan sesekali mengenai pakaian mereka, lalu tiba-tiba ada suara tawa di bawah payung-payung itu.




















