Dengan gerakan yang mengesalkan, ia lalu mendorong tubuhku menjauh menggunakan kedua tangannya. Kedua lengannya terbuka saat aku berhadap-hadapan dengannya. Bokep rusia Sejuta kesan yang tiada pernah lengkap diurai dengan kata-kata. Hey, seleramu lembut juga. Ia menoleh dan menatapku dengan heran. Aku mendiamkannya. Kami berpagutan, sesekali saling menggigit. Lumayan juga penghasilanmu.”
“Cukup untuk seorang diri.”
“Let’s see. Aku mendiamkannya. Ajak aku ke rumahmu.” Aku terkesiap. Ia menarik bibirnya, tersenyum dan berkata, “Aku tidak melakukan sesuatu yang salah, bukan?”
Aku tak tahu harus berkata apa. Ia menoleh, alisnya berkerut saat memandangku. Ia tertawa lagi. “Ruang tamu yang nyaman,” ucapnya beberapa saat setelah kuletakkan gelasku ke atas meja. “Tenang,” bisiknya. “Nice,” ia berbisik di pipiku. Kurasakan jemari tangannya yang lain meraih tanganku. Buah dadanya menekan dadaku, membuatku bingung. Ia terkekeh.




















