“Oocch, Mas.. Bokep colmek Eksanti telah pula menaburkan saus tomat dan mentega cair di atasnya, sehingga benar-benar menjadi santapan lezat. Sambil berbicara kesana-kemari, aku diam-diam memandangi tubuh itu. Terkejut, Eksanti bangkit dan memintaku berhenti sebentar. Toh banyak pula diantara mereka yang sering mengundang pacarnya untuk menginap di tempat kost itu.Selain itu, hubungan Eksanti dengan Mas Yoga-nya juga belum terlalu membaik. Eksanti bangkit lagi, memandangiku dengan lahap memakan sosis yang agak basah berlumuran cairan cintanya. Eksanti menjerit karena ada rasa perih, tetapi jeritannya segera berubah menjadi erangan karena aku pun segera menyadari “kecelakaan” itu, dan mengubah gigitannya menjadi kuluman. Warna hijau, kuning dan merah segera menghiasi tubuh putih mulus itu. Tetapi dengan takjub ia kemudian sadar bahwa “jari” itu perlahan-lahan aku makan, aku tarik keluar sedikit-demi-sedikit. Diam-diam aku meletakkan kaleng minumanku, lalu berjalan tanpa suara.




















