miniseri Ukhtinya Cantik: tiap episode unik, tema luas. Plus: eksperimen berani. Bokep indo terbaru Minus: konsistensi berubah. Buat penonton petualang. Mulai jelajah.
Aku tersenyum dan menunduk sebentar. Gadis cantik itu menelannya sampai habis, bahkan ia masih menjilati penisku yang basah oleh bekas cairan vaginanya bercampur maniku sendiri.,,,,,,,,,,,,,,, “Terus sayang, sebentar lagi…sebentar lagi.” Teriakku
“Nyammmm….pejuin Lia, pejuin Lia…Ahhhhhhhh….ssshhhhhh….teteknya mau peju.”
“Nih peju Ari nih Lia, nih peju Ariiii….Ahhhhhhhh” Dan akhirnya kubiarkan pertahananku bobol begitu saja. Membuat Lia sedikit terkejut, kaget menatapnya.“Waw…Ri, Ini ****** apa ******?” Ucapnya setengah berbisik. Lia menjerit menyebut namaku, “Ariiiiiiiii….!”Ternyata gadis ini mengalami orgasmenya lagi, jarang kutemui gadis yang mampu mengalami klimaks berulang kali. Sekejap kemudian suasana berubah biasa lagi, “Kamu tuh, mau aja percaya orang lain.” Baru saja aku berbicara demikian, tahu-tahu Lia sudah meremas batang kemaluanku yang masih terbungkus dalam celana. “Yang… Dedeknya keenakan nih!” Penisku mulai kugerakkan perlahan, terdengar bunyi plok plok plok biji pelirku yang beradu dengan payudara Lia, ditambah lagi suara lomotan mulutnya -slurrpppppp, semakin membuat diriku melayang.










