Ia tampak kaget. Bokep mom Jangan dipendam sendiri persoalannya.” “Iya Bunda. Cuma belakangan ini kamu keliatan murung terus. Keseharianku di rumah ini lumayan nyantai. Tanganku berminyak-minyak, perutku juga berlepotan air mani anak tiriku, sehingga aku merasa perlu membersihkannya. Katakanlah usaha suami baruku itu segala dikerjakan sendiri. Lalu aku ingat salah satu artikel psikologi, yang antara lain mengutarakan, bahwa tiap orang punya sikap berlainan untuk menanggapi sesuatu yang dianggap luar biasa bagi mereka. Tiba-tiba terdengar suara di sampingku, “Maaf Bunda…ada paket yang…yang ha…wajib ditandatangani sama Ibu dulu…ma..maaaf…” Suara Prima terdengar tersendat-sendat, mungkin sebab kaget serta gugup menonton kondisiku yang belum mengenakan pakaian lengkap.Aku terkejut. Dengan lembut kubelai rambutnya sambil berkata setengah berbisik,
“Bunda sudah tau kok…kamu punya perasaan lain pada bunda….sejak awal berjumpa pun bunda sudah merasakannya…” “Lalu…Bunda marah?” “Nggak,” sahutku sambil melingkarkan lenganku di lehernya,
“bunda malah tambah sayang padamu, Pri…” Ucapan itu kuakhiri dengan kecupan hangat di pipinya.




















