Waktu itu jam 23:30. Saya sedikit menyesal juga, kenapa saya tidak keluar agak lebih sore. Bokep mom Bertepatan dengan itu, 2 laki-laki lewat di depan kami. Saya sampai nekat melompat pagar dengan harapan ada cowok atau pria yang melihat dan memperkosa saya. Mereka keheranan setengah mati mendengar pengakuan saya itu.“Adik ini tinggal dimana?” tanya salah satu dari mereka.“Di sana, di blok F.” jawab saya.“Ayo pulang sudah malam..!” Dan saya pun diseret pulang.Saya takut setengah mati karena jika sampai saya dibawa pulang, pasti ketahuan sama orang tua dan saya bakal digantung hidup-hidup. Tetapi setelah saya tunggu beberapa detik, ternyata air maninya tidak keluar-keluar. Saya melompat pagar lagi, dan masuk ke kamar diam-diam. Saya yakin mas Bagus merasakan senang yang tiada tara, seperti mendapatkan rejeki nomplok. Agak dingin juga malam itu atau mungkin juga karena saya tidak memakai selembar pakaian pun.Di ujung jalan, saya melihat masih ada mas Bagus, tukang




















