Aku bisa mencuci mukaku pula dengan cairannya itu.Di kompleks rumahku adalah seorang Randi, pemuda 21 tahun, pengangguran jebolan SMU3, tingginya 182 cm dan berat badannya 68 kg. Bokepindo Nikmatnyaa.. Namun semua itu justru membuat Tante Wenny semakin meliar. Ooiicchh.. Greenng.. Aku juga nggak ngerti kenapa dan dimana penyebab pesonanya itu. Aku menengokkan wajahku. Aanndii.. Nanti dilihat tetangga. Terima kasih banget yy.. Pada bapak (suaminya) aku nggak pernah lakukan begini. Buu.. Peluk ibu yang lebih erat lagii…” rupanya dia tak mau aku bicara tentang suaminya.Ah.. Aku tak bergerak dan membiarkan dia melepas lelahnya. Tahu tuh, katanya tadi ke Depok negok kampusnya dan terus main kali”Randi dan Irwan adalah teman bermain saat di kompleks. Rasanya aku belum pernah dirangkul perempuan macam begini. Jangan khawatir. Siapa tahu dapat rejeki nomplok.Dengan 2 buah gelas besar penuh Coca Cola di tangan Tante Wenny keluar dan memberikan segelas buat Aku.“Ambil Cah Bagus…” sapanya




















