Mulai kudorong batang kemaluanku masuk ke lubangnya, Fei masih meringis tapi aku tidak peduli. Agar air maniku tak tumpah ke dalam mobil, aku selalu memakai kondom. Bokep hijab ahh.. Ia ternyata jago menghisap batang kemaluanku.Sambil menghisap, sesekali dimain-mainkan lidahnya seperti anak kecil memainkan es krim. “Mmhh.. ahh.. “Gimana memekku? teruuss..” desah Fei sambil mulai menggerak-gerakkan pinggulnya, “Aaahkk.. ssrrp.. sreep.. Pertama kucoba memasukkan jari kelingkingku, eh.. “Sreep.. mengepel! “Enak sih enak.. srupp..” Pinggul Fei bergerak-gerak terus, kadang ke kiri kadang ke kanan, ke atas, ke bawah begitu seterusnya sampai akhirnya ia tekan kemaluannya di mulutku. “Aahh.. “Aaah.. Fei lelah kecapaian dengan tubuh ditutupi daster, ia beristirahat di sofa, wajahnya walaupun letih, tapi menampakkan rasa puas yang luar biasa.Semenjak itu, setiap hari (kecuali minggu), kami melakukan seks.




















