Aku jadi nervous. Tapi aku menghentikan tawaku begitu menyadari bahwa Maryati tampaknya serius memintaku melakukan itu.“Oke”, kataku akhirnya, “Tapi janji, Dik Mar juga harus ikut melakukan itu di depan saya..”
“Nggak ah!” sergahnya cepat. Bokep cina Aku berusaha berkonsentrasi dengan setir mobil. Tapi segera kuikuti langkahnya menuju kamar mandi. Sementara aku baru dua kali menginap di rumahnya.Pertama kali Maryati kuajak ke rumahku adalah sehabis aku mengantarnya jalan-jalan membeli arloji, kira-kira seminggu setelah kejadian di Puncak. ha.. Sepertinya Maryati ingin membalas atau mungkin ingin mengimbangi perbuatanku tadi.Selanjutnya kami tak sempat bicara sepatah kata pun karena terlalu serius untuk saling melakukan dan menikmati rangsangan. Apalagi sejak kelahiran anak kami yang kedua yang hanya berselang setahun dengan anak kami yang pertama. Mulutnya memintaku untuk terus menyedot susunya. Kulit tubuh kami yang sudah polos telanjang itu seolah telah menjadi konduktor yang saling mengirimkan panas birahi yang terus menggelegak.




















