Ibu mendorongku pelan, memandangku dengan mesra. Aku angkat badanku. Bokep mom “Iich.., dasar anak nakal”, ibu mertuaku merengut manja. Kalau Ibu pernah bayangin Tomy nggak kalau lagi sama Bapak”, aku semakin berani. Aduuh, aku sudah tidak tahan lagi. Aku kadang-kadang sagat merasa bersalah dengan Riris istriku, dan juga ayahku mertua yang baik hati. Aku merasa tidak enak dengan Riris apabila kami memakai tempat tidur di kamar kami. Tangan kiri ibu, aku tuntun untuk memegang penisku. “Jelas dong buu…, Kan asyiik”, kataku menggoda. Dalam kegelapan itu, ibu mertuaku (waktu itu masih calon) berdiri, saya pikir akan mencari lilin, tetapi justru ibu mertuaku memeluk dan menciumi pipi dan bibirku dengan lembut dan mesra. “Sudaah, sudaah, jangan nekad saja. “Ibu juga mau muncaak, mau muncaak…, Toomm, Tomm, Teruss Toomm”, Kami berpagutan kuat-kuat. Kami berpandangan. Tetapi aku selalu menaruh hormat kepada ayah dan ibu mertuaku.




















