Entahlah, aku tak tahu bagaimana mengakhirinya. Bokep arab Semua dilakukan tanpa kontolku terlepas dari memeknya. Perlahan tanganku dibimbing untuk meremas buah dadanya. Jika Rini sudah agak capai, Rini memelukku, namun seringnya dia duduk diatasku memamerkan toketnya yang besar. Kami janjian di food court. Namun tidak bagiku, aku tau persis aku sudah berhutang banyak dari kebaikan yang diberikan Wein. Atau memang keduanya. “Seriusan ini…. Belum sampai Rini sampai ke sofa, aku turun ke bawah mengobrak-abrik spreadsheet yang dibuat Rini, sok sok ngerti lah. Belum pernah aku selega ini melepaskan spermaku ke dalam liang vagina seorang wanita. by the way, namaku Rendi, karibku ini bernama Wein sedangkan istrinya bernama Rini.Sudah hampir dua minggu aku memikirkan hal ini tidak kunjung tuntas. btw ini ada hubungannya sama masa subur gw, jadi harus dilakuin di waktu yang pas.” aku mengangguk tanda setuju. Dia tidak bisa “bangun” lagi.




















