Nafsu birahinya meledak-ledak. Bokep china Aku menyertai dia berbaring miring di ranjang. “Tidak, makan saja, Om masih kenyang. Tapi aku tak akan memaksa kamu melakukan sesuatu kalau kamu tidak mau.”Dia diam sebentar.“Sampai kapan?”“Sampai anakmu lahir. “Rasanya seperti menjual diri betul.”“Jadi dengan sepuluh juta bukan menjual diri?”“Sepuluh juta aku minta karena keperluan untuk bayar tunggakan uang sekolah dan untuk pendaftaran ujian akhir. Masih berjalan menunduk dia mengucapkan terimakasih.“Siapa namamu?”“Mita Om, Ermita.”“Dimana kamu sekolah?” Dia menyebut sebuah SMU swasta sembari mengangkat mukanya melihat ke wajahku. Delapan puluh lembar seratus ribu dan lima puluh ribuan.“Oke Ermita, kuantar kamu pulang.”“Kenapa?”“Aku tidak punya uang tunai sepuluh juta sekarang. Kutikamkan lagi tombak tumpulku sehingga terpuruk sampai ke pangkal. Kubuka, ada dua potong, keduanya kuletakkan ke piring dan kumasukkan ke microwave.




















