Sehingga waktunya cukup banyak untuk membaca. Bokep india Kusentuh lagi
dadanya yang satu lagi. Serentak kami berdiri. Hati-hati sekali aku tiarap di atasnya. Aku semakin berani. Terkadang mengelusnya,
terkadang mengusap sampai ke pangkal pahaku. Malu. “Capek, Kamu makin lama tambah berat. Aku menutup bagian depan celanaku yang basah dengan tas sekolahku. Aku tetap memegang
dadanya, sampai aku tertidur dengan damai. Beberapa buah novel ada di situ. Sudah bisa dapat anak”. Kak Tina lupa menyembunyikannya. Kejantananku menegang. Ingat
kalau aku ingin pipis, maka aku dengan perlahan mengangkat tangan Kak
Tina dan menarik tanganku. “Barusan ya?”. Sapto! Bu Rochim pulang. Aku
pun menurut. “Mimpi…” Aku ingat mimpiku, tapi lalu ingat bahwa aku mimpi dengannya, “Gak mimpi apa-apa”. Siang
itu aku pulang cepat dari sekolah, karena guru sedang rapat. Kak Tina mengambil novelnya, hendak menyimpannya di
dalam lemari. Pasti dia tak sadar kalau tanganku tanpa
sengaja telah terlempar ke tubuhnya. Bau yang membuat kejantananku langsung bertambah
kencang. Aku tertarik untuk membacanya













