Secara ajaib, setelah beberapa menit, rasa sakit itu memudar, tertutupi dengan rasa nikmat. Sambil terus berciuman, tangan kami meraba-raba turun. Bokep indo live Kukocok lagi, lagi, dan lagi. Mungkin karena bukan dia yang harus diteliti. Hebat! Kubalikkan tubuhnya, dan Eddy buru-buru menutupi kontolnya. CCCROOTT!!! Eddy membelai-belai dadaku dari belakang sambil menciumiku.“Endy, sayang?” katanya lembut.”Kamu masih punya banyak persediaan sperma, ‘kan?”
“Memangnya kenapa?” tanyaku penasaran. Tapi kabar baiknya, tugas karya ilmiah itu dapat dikerjakan berdua. Tanpa menunggu jawabanku, tiba-tiba dia membalikkan tubuhku. Ketika kubuka mataku, Eddy masih saja munafik; berpura-pura tak ingin melihat padahal ingin melihat. Tak ada yang istimewa dengan Eddy. Gue enggak bisa terangsang kalau gue enggak bugil. Hebat! Tapi apa yang akan kami teliti?“Aku tahu,” jawabku. “Bagaimana kalau perkembangan sperma?




















