Keberadaan sang istri disampingnya seakan dianggapnya tak ada. Meletakkannya diatas meja dan menyalakannya. Bokep hot Laki-laki itu duduk di pojokan. Baik Cinta maupun Felisia sudah saling mengenal keluarga masing-masing dengan sangat dekat. Semua yang tadi Om tawarin itu adalah tulus karena kamu adalah sahabat baik anak Om, itu gak akan berubah walau kamu menolak sekalipun…”, Om Ridwan menelan ludah. “Gak apa-apa kok Om”, sahut Cinta. “Boleh Om minta cium?”. Cinta terkesan.“Oke sudah, yuk kita ke kamar”. “Oh dikit lagi wisuda dong?”. Mungkin untuk alasannya, biarlah gadis cantik itu saja yang mengetahuinya sendiri. Dengan uang sebanyak itu untuk sementara Cinta dapat melupakan pertemuannya dengan Om Ridwan. “Enak aja, emang kamu!”, Cinta tersenyum.




















