Aku merasakan dadaku berdentum-dentum. Indo bokep Dadanya naik turun, terengah-engah seperti habis lari kencang. Tanganku berhenti di situ. Sangat keras. Aku menggeser-geserkan kakiku agar kaki anak itu tidak menekan celanaku. Atau pura-pura? Sekilas kulihat bekas sperma di pinggir bibirnya. Temperatur udara dalam bis mulai panas. dari dulu memang aku tidak pernah suka keramaian dan kesesakan Jakarta. Pelan-pelan kuelus bukit indah itu, dari tepi ke kanan. Jari itu mencari sumber kenikmatan seorang wanita. Aku hanya menutupnya kembali dengan sweater. memastikan. Atau pura-pura? Sperti penis kecil. Tangan ibu itu masih mengelus pahaku. dua tempat duduk. dua tempat duduk. Semakin cepat. Pelan sekali, sikuku bergerak. Airnya menetes membentuk alur di kaca jendelaku.




















