Mas Taufik melakukannya berulang-ulang sambil terus menahan tubuhku yang berontak, dia menggejotku semakin cepat dan cepat, tiba-tiba tirai pintu kamarku terbuka, dan aku dapat melihat Yogi dan Faruk masuk ke kamarku.“bisa juga ternyata Aida dient*t” komentar Yogi sambil tersenyum melihat Taufik yang menggenjotku makin keras. Bokepindo aku kembali tersentak. pikirku setengah panik, aku berusaha menahan desahan dan eranganku sebisa mungkin. setelah melihat rambutku yang sebahu, Faruk menempelkan penisnya ke bibirku dan memaksaku mengoralnya. Aku menangis meringis menahan sakit, tanpa banyak kata, Mas Taufik mulai menarik kembali tongkolnya dan membenamkannya lebih dalam lagi. Beberapa menit melakukan itu, dia melepas celana panjangnya berikut CDnya. “panas ya?” kata mas Taufik, aku cuma mengangguk. setelah melihat rambutku yang sebahu, Faruk menempelkan penisnya ke bibirku dan memaksaku mengoralnya.




















