Menyadari aku yang terus melotot memandangi payudaranya, Suster Mimi membuka tali pengikat bra-nya. Bokepindo Sekalipun bukan termasuk payudara terbesar yang pernah kulihat, tapi payudara Suster Mimi itu menurutku termasuk payudara yang paling indah. Akhirnya untuk ketiga kalinya aku sudah menuju klimaks sebentar lagi. Suster, saya pinjam handuknya deh. Suster Mimi kembali berdiri. Dari hasil ngobrol-ngobrol aku dengannya, ketahuan bahwa dia sakit gejala tifus. Dengan raut wajah memohon, ia memandangi Suster Vika. Rupanya aku mulai terangsang karena sapuan tangan Suster Vika yang masih menyabuni perutku. Aku menarik nafas, sedikit jengkel akibat klimaksku yang menjadi tertunda. Dengan raut wajah memohon, ia memandangi Suster Vika. Astaga! Gila! Ih, benar! Aku hanya keheranan, menduga-duga, apa yang akan dilakukannya. Tiba-tiba tangannya dengan tidak sengaja menyenggol batang kemaluanku yang langsung saja bertambah berdiri mengeras. Ah, terasa suatu perasaan aneh menjalari tubuhku saat tangannya yang lembut tengah menyabuni dadaku.




















