Bisa kupastikan kalau benda itu masih begitu sempit. Mbak begitu cantik dan seksi.” kupandang wajah tirusnya yang pucat, dan kembali kulumat bibir tipisnya. Bokep jilbab ”Puas apa? “Terima kasih, bu.” jawabku sambil menerima uang itu. *** Esok harinya, bagaikan deja vu, kembali taksiku dihentikan olehnya, masih di tempat dan jam yang sama. Terusin aja. iya, pak. ”Tidak usah repot-repot.” aku kembali menolak. Segera kusedot lidahnya. ”Bapak puas nggak tadi?” dia bertanya. Crott.. ”Ughhh,” aku melenguh, tubuhku seakan terlempar ke-awang-awang. Tapi bagiku, jadi tampak makin indah. Kulit permukaannya terlihat mulus dan licin, tampak bersinar di kamar yang tidak begitu terang ini, bagai dua bulatan semangka yang ditempeli puting merah keras. Dengan sayang kupeluk tubuhnya yang montok itu erat-erat dan kuhunjamkan jariku dalam-dalam ke lubang vaginanya, seperti ingin menyumbat celah sempit itu agar cairannya tidak sampai tumpah keluar membasahi sprei.




















