“Iya Om, makasih juga yah permainannya yang tadi, Om jago deh.”“Iya Rin, kamu juga. Bokep colmek Kubuka pintunya dan di tepi kolam kulihat Om Robert yang sedang berdiri dan mengeringkan tubuh dengan handuk.“Ooh..” pekikku dalam hati demi melihat tubuh atletisnya terutama bulu-bulu dadanya yang lebat, dan tonjolan di antara kedua pahanya. Om Robert duduk di sebelahku dan kami sama-sama masih terengah-engah setelah pertempuran yang seru tadi. Kamu kan udah gede..” ujarnya. Om ditinggal sendirian nih.” balas Om Robert sambil memasang kimono di tubuhnya. ngentott.. pentilnya.. “Sshh.. Dia pun menoleh ke atas memandang wajahku dan bukannya menjauh malah meletakkan kain lap tadi di sampingku dan mendekatkan kembali wajahnya ke wajahku dan tersenyum sambil mengelus rambutku.Kamu cantik, Karin..” ujarnya lembut.




















