Aku sebenarnya diajak Mama tapi aku menolak karena PR bahasa Inggrisku menumpuk.Tiba-tiba aku mendengar bunyi derit rem. “Kak Agun, Jangan…, ach…, ch…, ss…, jangan”. Bokep mom Ciuman Kak Agun terus menjalar hingga leherku. Walaupun aku merasa biasa-biasa saja (Tapi dalam hati bangga lho.., he.., he..)Aku punya body bongsor dengan kulit putih bersih. Aku melihat Kak Agun berdiri sambil menyandarkan sepeda sportnya ke garasi. Aku menggelinjang dan menahan napas, “Kak Agun…, ohh.., oh…”, aku benar-benar dibuatnya berputar-putar. Diusap-usap, digesek-gesek dan akhirnya aku ditelanjangi.Aku hanya bisa pasrah saja. Aku meringis dan menangis sesenggukan. Eh…, Kak Agun ternyata nggak nolak, dengan seriusnya dia mengajariku, satu persatu aku selesaikan PR-ku.“Yess! Saat itu perasaanku tidak karuan antara kepingin dan takut.




















