Lama-lama saya merasa kurang lengkap kalau hanya meraba
bagian pahanya saja. Kadang Susan
menghembuskan nafas dari hidungnya cepat hingga terdengar seperti orang
sedang mendesah. Bokep mom Tangannya
perlahan berganti posisi memeluk leher saya. Saya raba pantatnya, begitu
mulus dan kenyal, sekenyal buah dadanya. Sambil memandanginya, dalam hati saya berkata, “Akhirnya
saya bisa juga ngelampiasin nafsu yang saya pendam selama ini”. Tubuhnya
bergetar hebat. Keringat membasahi tubuh saya dan tubuhnya. Lama-lama cumbuan saya
mulai beralih ke lehernya yang jenjang dan menggelitik belakang
telinganya. Thank’s
banget San…, kalo nggak ada lo, saya kagak tau deh ke mana saya bawa
nafsu saya ini”, saya kecup keningnya,lalu saya segera berpakaian dan
siap pergi dari rumah Susan setelah saya lihat jam di mejanya,
mengingatkan saya bahwa sebentar lagi keluarganya segera datang. Susan membiarkan saya menikmati tubuhnya. Dia tidak menolak, dan setelah saya buka bajunya, kelihatanlah buah
dadanya yang masih terbungkus rapi oleh BH-nya. Kadang Susan
menghembuskan nafas dari hidungnya cepat hingga terdengar seperti orang
sedang mendesah.




















